Senin, 05 November 2012

KONFLIK KOMUNAL DI LAMPUNG SELATAN

                                KONFLIK KOMUNAL DI LAMPUNG SELATAN
 Akhir Oktober 2012 merupakan awan mendung bagi masyarakat Lampung Selatan terutama di desa simpang Patok Kecamatan Way Panji yang berjarak kurang lebih 7 Km dari pusat kota Kalianda, dimana telah terjadi konflik komunal antara pendatang yang kebanyakan suku dari Bali dengan suku pribumi yaitu Lampung diawali dengan hal sepele adanya kelompok pemuda desa tersebut yaitu termasuk dusun Balinuraga yang iseng mengganggu gadis2 yang kebetulan lewat didepannya, tak dinyana dengan ke isengan tersebut membuat gadis tersebut tersungkur di tanah, namun sekelompok pemuda tsb dengan cepat menolong gadis tersebut untuk di berikan bantuan seadanya dengan membopong korban yang terjatuh, dari tindakan tersebut ternyata pertolongan tersebut membuahkan malapetaka yang harus dibayar sangat mahal, setelah kejadian munculah isyu bertebaran melalui pesan singkat yang begitu cepat beredar dimasyarakat terutama di kelompok pribumi bahwa, kelompok pendatang dari Bali telah melakukan pelecehan seksual ketikasaat  memberikan pertolongan, siapa yang menyebarkan isyu tsb sejauh ini Polisi belum mengidentifisir pelaku penyebar isyu tersebut, dari isyu tersebut menyulut kemarahan warga pribumi dengan melakukan penyerangan kepada sekelompok pemuda yang diduga telah melakukan pelecehan tsb. Dalam penyerangan pertama mendapatkan perlawanan oleh kelompok pemuda Balinuraga begitu pula pada penyerangan yang kedua kalinya di hari yang sama warga pribumi medapatakan perlawanan yang sengit,,,,lagi lagi harus kembali menelan kekalahan, merasa kelompok pribumi kalah banyak maka disusunlah kekuatan dengan mengajak seluruh warga pribumi untuk melakukan penyerangan yang ketiga kalinya, merasa harga diri pendatang di injak2 desanya maka kelompok Balinuraga mempersiapkan serangan yang telah dibangun oleh kelompok pribumi dan pada saatnyalah terjadi kembali benturan fisik anatara kedua kelompok tersebut dimana pada kali ketiga serangan ini mengakibatkan 3 korban jiwa dari kelompok pribumi dan beberapa orang korban luka. tak cukup disitu dengan kejadian tersebut menyulut kemarahan warga pribumi terlebih adanya korban jiwa dr pihaknya, maka warga pribumi mempersatukan kekuatan dengan mengajak warganya untuk melakukan penyerangan ulang maka pada tanggal 28 Oktober 2012 bertepatn dengan hari sumpah pemuda warga pribumi dengan jumlah sekitar 10.000 orang melakukan penyerangan ke dusun Balinuraga maka terjadilah konflik komunal antar dua kelompok warga tersebut dimana kali ini warga pribumi dengan jumlah yang tak seimbang melawan warga Balinuraga, herannya lagi walaupun sudah diperingati Polisi agar warga Balinuraga untuk segera meninggalkan desanya untuk semnentara waktu untuk menghindari korban jiwa namun himbawan tersebut tidak di indahkan bahkan cenderung warga pendatang tersebut siap mempertahnkan desanya sampai titik darah penghabisan. Sampailah kelompok pendatang di simpang Patok kec Way Panji dan bertemu dengan kelompok pendatang saling serang, saling kejar, saling lempar batu, dan saling bacok baik menggunakan pedang, arit, golok dan senjata lainnya. Hari itu dengan sangat mengenaskan mayat dan korban luka bergelimpangan tak kurang 6 mayat warga pendatang di temukan dengan luka yang sangat menyedihkan dan puluhan korban luka kritis. yang pada akhirnya total keseluruhan yang meninggal menjadi 12 orang.